Jurus Melepas Sukma Part 2 - Cerita Kaum Pendosa

Latest

Facebook

Jumat, 14 Januari 2022

Jurus Melepas Sukma Part 2




 Jurus Melepas Sukma (Awakening II)


Jam pelajaran pertama hari ini adalah Bahasa Inggris, pelajaran yang menyenangkan dan paling saya sukai. Bukan karena isi materinya tetapi karena guru pengajarnya, Bu Indah. Sudah seperti kembang guru di SMA ku, cantik, masih muda, body mantap. Pokoknya memenuhi imajinasi dan pikiranku lah.. tapi galak. Ini saja saya mengamati dan membayangkan sambil di setrap, berdiri di depan kelas gara-gara saya terlambat, lumayanlah 30 menit tidak perlu pura-pura menulis catatan. “Boy.. Sit down please.” Panggil Bu Indah. Thank you miss, saya jawab sekenanya. Bener khan kalau cewek belum menikah itu panggilnya miss.., miss universe khan belum menikah juga. Senyam-senyum masuk kelas saya lihat teman-teman saya pada nahan ketawa, cuekin saja lha wong saya fucek boy kok, sudah biasa kalau cuma dihukum guru saja. Pelajaranpun berlanjut, dari deretan bangku paling pojok belakang (anak nakal khan duduknya dibelakang coyy) tanpa henti saya mengamati wajah cantik khas cewek-cewek Manado dengan rambut lurus sebahu, sekilas saja sudah terlihat kalau ada yang menonjol tapi bukan bakat he he. Gerakan bibir tebal merah muda yang terlihat licin dan merekah saat menjelaskan pelajaran, gerakan pantat yang membulat berbalut rok hitam ketat sedikit di atas lutut. Saat Bu Indah menulis di whiteboard dadanya berayun-ayun perlahan membuat hatiku berdesir, kemeja putihnya seperti kekecilan menahan beban dua gunung bundar di dalamnya. Entah berapa ukurannya, mungkin sekitar 34 C (tapi ya tetap harus di survey ini). Tinggal menunggu momen yang pas dan saatnya beraksi, show time lah kl bahasa Inggrisnya. Dengan senang hati menunggu.. dan akhirnya Bu Indah pun duduk setelah memberikan tugas yang harus diselesaikan dalam 15 menit, “lima soal doank ma kecilll” kataku.




Tanpa di komando pun saya langsung mengeluarkan gerakan dewa ngantuk, tangan menyentuh jidat pura-pura berpikir untuk menutupi mata yang terpejam (semua pasti sudah terbiasalah dengan gerakan ini). Ajian dirapalkan dan sukma saya pun terlepas. Saya amati semua teman-teman kelas saya tampak konsentrasi mengerjakan tugas, sedangkan Bu Indah sedang membaca buku yang mungkin buku catatan kegiatan belajar mengajar. Tanpa membuang waktu langsung saya hampiri Bu Guru cantik ini, berdiri di sampingnya dan melihat-lihat bodynya dari jarak dekat. Payudaranya tampak mengintip dari atas. Saya raba ujungnya dan spontan Bu Indah tampak kaget (seperti kalau tubuh kita tidak sengaja tersenggol orang lain). Berpindah ke bawah, tangan saya langsung menyusup menembus rok nya, saya usap memeknya perlahan dari bawah ke atas dan Bu Indah pun seperti kebingungan dan langsung memegang memeknya dari luar rok. Matanya langsung tertuju ke semua bagian kelas dan mengamati sekitarnya. Saya pun berhenti sejenak dan berpikir, akhirnya saya simpulkan kalau ini harus saya lanjutkan, anggap saja dia mikir kalau tiba-tiba horny gitu saja. Saya lanjutkan elus-elus memeknya dengan gerakan yang tidak beraturan, atas bawah kiri kanan tetapi belum sampai masuk ke dalam, hanya grepe-grepe bibir luarnya saja. Bu Indah tampak semakin gelisah dengan muka yang semakin memerah (perpaduan antara geli dan kebingungan) dan posisi duduk yang tidak tenang. Pantatnya bergerak-gerak di kursi, kaki disilangkan dengan paha yang digesekkan satu sama lain. Persis seperti tanda-tanda cewek lagi horny. Saya pun jadi bernafsu sendiri melihat muka guruku yang memerah manja. Nafasnya pun tidak beraturan dan terlihat sesekali menggigit bibirnya. Teman-teman saya tampaknya tidak ada yang memperhatikan dan masih asyik mengerjakan tugas. Saya coba lebih berani dengan memasukkan jari saya ke dalam memeknya. Ternyata sudah sangat basah dan licin. Bu Indah mendesah pelan dan tampak Evi, teman saya yang duduk di bangku paling depan melihatnya. Merasa ada yang memperhatikan Bu Guru langsung berpura-pura batuk berdehem dan bilang ke teman-teman mau ke toilet sebentar dan langsung beranjak keluar kelas.




Dengan santainya saya ikuti Bu Indah dari belakang dan ternyata memang benar mengarah menuju toilet di ruangan guru. Selama melayang menuju ruangan guru sayup-sayup saya dengar suara-suara berisik yang seperti orang sedang mengobrol tertawa-tawa dan ada yang bernyanyi-nyanyi. Tidak mungkin ini suara para siswa sekolah karena mereka semua sedang belajar di kelas. Ada juga sekelebatan seperti kain putih terbang dengan cepat. Tidak saya perdulikan karena saya fokus ke guru cantik ini. Setelah menutup pintu toilet, dengan tergesa-gesa Bu Indah langsung mengangkat rok dan memelorotkan CD warna hitamnya. Pantatnya tampak mengembang dan membesar begitu lepas dari sangkarnya, seperti sebelumnya terhimpit oleh keadaan. Begitu putih dan mulus pantat dan kakinya, sangat menggairahkan. Memeknya terlihat tembem dan sedikit berbulu di bagian atasnya, tampaknya biasa dirapikan karena bentuknya hampir segitiga sempurna. Sampai bengong saya melihat keindahan memek tembem nya. Bu Indah lalu membuka 3 kancing bajunya yang paling atas dan terlihatlah susu yang terbalut BH warna hitam senada dengan CD nya. Sungguh pemandangan yang menyejukkan mata dan hati. Secara bersamaan tangan Bu Indah langsung menyasar payudara dan memeknya. BH nya digeser sedikit dan mencuatlah putting susu warna pink yang tampak sudah mengeras dan menantang dunia. Jauh lebih bagus daripada punya Kak Sinta yang berwarna lebih coklat. Ini sungguh-sungguh pink seperti putting susunya bintang JAV. Perpaduan yang maknyuss antara susu putih yang membulat 34C dengan ujung warna pink. Persis Puding susu dengan toping strawberry. Membuat semua laki-laki ingin meraba dan menikmatinya. Jari-jari lentik Bu Indah langsung memainkan putingnya, di plintir-plintir elus2 halus dan meremas-remas susunya. Sedangkan tangan kanannya mulai mengelus-elus memek tembemnya, jari telunjuknya tampak sedikit membuka bibir memeknya dan jari tengahnya sibuk mencari-cari sesuatu yang tersembunyi. Dengan gerakan memutar-mutar perlahan, Bu Indah sepertinya sudah menemukan bagian yang dicari, klitoris pink kemerahan tampak basah dan mengkilap dengan cairan. Bu Indah sekuat tenaga menahan agar desahannya tidak keluar, giginya menggigit bibir bagian bawah dan tampak bergetar. Kepalanya bergoyang-goyang merasakan kenikmatan. Dengan gerakan perlahan dia menyusupkan jari tengah dan jari manisnya ke dalam, lalu dengan teratur dan semakin cepat mulai mengocok memeknya. Sedikit terdengar bunyi beceknya dan itu juga yang membuat saya tersadar dari bengong, “bego amat dari tadi Cuma ngliatin” iblis dalam hatiku berkata. Dengan semangat saya langsung elus-susu sebelah kirinya, saya remes-remes dan plintir putingnya dengan agak kasar. Tangan kanan saya pun saya susupkan ke dalam memeknya, benar-benar becek dan licin. Bentuknya memang bagus tapi kayaknya kurang kenyal dan terlalu becek, mungkin memang benar kata teman-teman saya kalau memeknya cewek Manado itu becek dan kurang nge-grip. Tapi ya jelas jauh lebih mantap daripada sabun coyy, dengan RPM tinggi saya kocok dengan tangan. Bu Indah semakin blingsatan dan tidak teratur nafasnya, sekuat tenaga dia menahan suara agar tidak keluar dari mulutnya. Lalu tiba-tiba keajaiban terjadi… tangan saya seperti merasakan dorongan dari dalam, dan dengan cepat saya tarik keluar. Secara bersamaan muncratlah cairan kewanitaan bercampur pipis, menyembur sebanyak 3 kali dari memeknya. Squirt coyyy.. bener-bener JAV ini guru. Setelah muncrat langsung Bu Indah tampak lemas dan bersandar di dudukan kloset. Matanya merem dan nafas ngos-ngos an tidak teratur. Melihat ini saya seperti merasakan kepuasan tersendiri… Sudah cukuplah, kapan-kapan saja eksekusinya. Nanti kalau keluar di celana juga jadi repot sendiri. Akhirnya saya pun memutuskan untuk kembali ke raga saya.



Sebelum memasuki tubuh, sukma saya seperti ada yang menahan dan menghentikan dengan paksa, pundak saya seperti ditahan oleh tangan raksasa yang sangat kuat dan besar. Begitu saya lihat ke belakang…..





Akhirnya saya pun memutuskan untuk kembali ke raga saya. Sebelum memasuki tubuh sukma saya seperti ada yang menahan dan menghentikan dengan paksa, pundak saya seperti ditahan oleh tangan raksasa yang sangat kuat dan besar. Begitu saya lihat ke belakang…..




Jauh berbeda dari apa yang saya bayangkan, samar-samar yang terlihat adalah sosok yang cantik jelita. Bagai bidadari dia melayang rendah di atas tanah, dengan selendang yang tampak ringan seperti bulu melambai-lambai seirama dengan gerakan badannya. Dan tanpa saya sadari salah satu ujung selendang membelit badan saya secara menyilang di pundak dan badan, walaupun terlihat sangat halus dan lembut tetapi sangat kuat menahan sukma saya. “Ikut saya sebentar ya Le Cah Bagus” suara lembutnya terucap. Sekejap kami sudah berpindah ke dalam sebuah ruangan yang sangat besar. Dinding yang tinggi dan megah, bersinar dan tampak sedikit transparan seperti batu giok atau bacan kristal. Berdesain minimalis dengan hiasan benda-benda yang sebagian besar tampak asing dan belum pernah saya lihat sebelumnya. Sangat sejuk dan adem yang saya rasakan, ada ketenangan yang mendalam di ruangan ini. Sosok yang membawa saya kemudian terlihat dengan jelas (seperti mode kamuflasenya sudah di off khan), tampak semakin cantik dan anggun. Rambut hitam lurus, panjang tergerai sampai sedikit menyentuh pantat. Kulitnya putih mulus glowing, hidung mancung dengan mata yang bulat indah dan terlihat imut-imut. Bibirnya mungil agak tebal dengan warna pink merona. Pokoknya imut ideal mirip cewek-cewek virtual 3D atau robot sex toy yg sekarang lagi in. Bajunya seperti gaun kemben terusan dengan aksen hiasan berwarna emas, belahan dada V dan rok yang terbelah sangat tinggi di bagian depannya. Bahannya mirip-mirip seperti latex, ketat mengkilap tapi terlihat lebih lembut. Buah dadanya seperti mau meloncat keluar dari belahan gaunnya, bulat membundar sempurna dengan ukuran sekitar 36 D. Pinggul ramping dengan pinggang yang lebar dan pantat bohay mentul-mentul. Body gitar lah kalau kata orang-orang. Anehnya walaupun wajah dan body sensual terpampang di depan mata.., saya seperti tidak merasakan keinginan seksual atau bernafsu. Hanya perasaan tenang dan nyaman yang saya rasakan, selain kekaguman saya dengan kecantikan wajahnya.




“Saya Kirana, istri kakekmu. Maaf tanpa ijin langsung membawamu ke sini, ke istanaku” ucapnya. Antara bingung dan tertegun saya hanya menganggukkan kepala dan tersenyum. “Jika diceritakan semuanya akan sangat panjang dan lama, dan pastinya akan membuat kehebohan nanti” katanya. Sampai di sini saya sama sekali tidak mengerti maksud ucapannya. Lalu dia menceritakan kalau dirinya adalah istri spiritual dari kakek. Saya memang pernah mendengar dari ibu saya kalau kakek adalah seorang empu pembuat keris yang sangat terkenal di daerah selatan Jawa. Seorang Empu memang sangat kental dengan dunia gaib dan spiritual. Cerita yang pernah saya dengar: kakek saya hanya mandi 1 kali dalam 1 tahun, yaitu saat malam 1 Syuro. Dia tidak pernah tidur dibawah atap buatan manusia dan tidak pernah memakai alas kaki. Untuk kesaktiannya jangan ditanya lagi, kebal semua senjata tajam dan panasnya api. Saat membuat keris pun sama sekali tidak pernah memakai alat safety seperti jaman sekarang. Hampir semua tentang kakek saya sangat tidak masuk akal kata ibu. Sayangnya kakek sudah meninggal sebelum saya lahir. Kirana lalu menceritakan kalau dia adalah anak dari Nyi Roro Kidul penguasa laut selatan. Dan tujuannya menemui saya karena merasakan kalau ada bahaya yang mengancam saya. Dia menjelaskan sewaktu saya melepas sukma di sekolah banyak makhluk-makhluk astral dan bangsa jin yang tahu dan segera mendekat ke arah saya dengan niatan jahat. Pantas saja sewaktu menuju toilet saya merasa banyak kelebatan-kelebatan dan hal-hal aneh terjadi. Dan kerena kodam kakek yang diwariskan secara alami melalui ibu saya akhirnya Kirana semacam mendapat notifikasi WA untuk segera merapat (tapi bukan mau mabar ya gaess apalagi PAP) menyelamatkan saya dari ayahab atau bahaya. Kirana juga bercerita kalau jurus melepas sukma tidak boleh dipakai sembarangan karena sukma kita bisa terpapar aura-aura jahat bangsa setan dan jin dan bisa membuat kita menjadi arwah jahat, efeknya bagi tubuh saya adalah bisa menjadi gila atau bahkan mati. Mesum tapi gila khan parah banget, batinku. Kemudian nenek saya yang cantik jelita itu (jarang-jarang ada yang punya nenek cantik gini ahm ahm..) mengeluarkan sesuatu dari telapak tangan dan mengikatkannya dileher saya. Bentuknya seperti kalung dengan liontin permata bulat sebesar kacang hijau. Warnanya hijau botol sprite dan bersinar lembut. “Sudah ya Le Cah Bagus, jangan lama-lama nanti banyak yang nyariin. Nanti sewaktu-waktu pasti saya jenguk lagi.. Jangan aneh-aneh ya, gunakan ilmu untuk hal yang penting dan berguna. Ini saya kasih kado untuk menjaga kamu. “ kata nenek ku yang paling cantik dan aduhayy.




Lalu tiba-tiba saya seperti tertarik lubang yang brputar dan bersinar warna putih dan ketika rasa silau itu hilang saya melihat ibu saya menangis di samping kasur di dalam kamarku. Saya pun terheran-heran dan bingung, karena terakhir kali saya ingat saya masih berada di sekolah. Saya memangil ibu dan dengan spontan ibu memeluk ku dan menangis lebih keras lagi. Setelah ibu kelihatan tenang saya pun bertanya ada apa sebenarnya kok ibu sampai nagis-nangis seperti itu. Ibu saya bercerita kalau saya pingsan selama 5 hari dan kadang-kadang mengigau seperti menggeram atau berteriak-teriak. Ibu saya yang membawa saya ke rumah dengan dibantu teman-teman dan wali kelas saya. Padahal setelah mengintip Bu Indah saya hanya pergi sekitar 10 menit an dengan Kirana. Bahkan saking cepatnya saya merasa belum puas bertemu dengan nenek cantik itu... . Langsung saya ceritakan ke ibu saya kalau saya pergi sebentar diajak Kirana ke istananya, tetapi tidak saya ceritakan yang kejadian-kejadian sebelum itu (sama saja bunuh diri, walaupun belum tentu percaya juga sih). Ibu saya langsung memaklumi dan berkata bahwa "semua ini cepat atau lambat pasti akan terjadi". Ibu mengatakan kalau sebelum meninggal, almarhum kakek saya bercerita tentang Kirana dan hal apa yang bisa terjadi dengan anak atau cucunya nanti. Jika suatu hari nanti ada cucunya yang laki-laki, maka akan ada hal-hal diluar nalar yang akan terjadi. Dan benar saja itu terjadi pada saya, karena saya adalah satu-satu nya cucu laki-laki di keluarga kakek. Setelah panjang lebar bercerita, saya meraba-raba leher saya karena teringat diberikan semacam kalung oleh nenek saya. Tidak ada apa-apa, saya tanyakan ke ibu saya dan beliau pun sama sekali tidak melihatnya. Mungkin hanya perasaan saya saja waktu itu, batinku.




Badan terasa lengket dan bau keringat ini, maklum lah pingsan 5 hari dan mungkin badan saya hanya di lap saja oleh ibu. Saya pun ijin ke ibu untuk mandi dan membersihkan diri, ibu saya mengiyakan dengan catatan harus ditungguin di luar pintu, takut terjadi apa-apa. Takut saya pingsan lagi atau lemas, karena saya 5 hari tidak makan dan minum walaupun anehnya saya tidak merasa haus dan lapar sama sekali, dan itu sudah saya jelaskan ke ibu saya tapi ya tetap saja kuatir (namanya juga orang tua). Byur byur.. segar sekali rasanya mandi kali ini, mungkin tubuh saya sudah lama merindukan mandi ha ha… . Saat saya usap sabun ke badan, tangan saya seperti menyentuh sesuatu dan memang benar ternyata ada kalung yang melingkar di leher saya. Kalung emas dengan liontin berhiaskan batu berwarna hijau menyala dan bersinar sinar dengan cahaya yang sejuk menenangkan hati. Dan yang paling dahsyat.., saya merasakan ada kekuatan yang sangat besar mengalir ke badan saya. Mungkin saya bisa jadi seperti Ultraman atau Power Ranger nanti.. berubahhhh.. wkkkkkk. Teringat perkataan Kirana agar tidak berlaku aneh-aneh dan menggunakan ilmu untuk sesuatu yang berguna. Hmm.. kl untuk mesum berarti gak pa-pa ya.., mesum khan gak aneh.. itu khan kebutuhan.. ahayyyyyy…


Part 3 Sabar Boss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar